Surat Tugas RW Belum Di Tarik,Naswin Sekdis P&K Batang Hari ,Di Duga Manipulasi Surat Mutasi Tanpa Sepengetahuan Kadis Dan Kabid
Batang Hari – Bupati batang hari Muhammad Fadhil Arief 2 minggu yang lalu telah memerintahkan sekda untuk menyelesaikan polemik yang terjadi di SD 40/1 bajubang laut,serta menarik Surat tugas yang telah di keluarkan atas nama rohilawati guru agama baru yang menyebabkan penumpukan 3 guru agama di sekolah tersebut.
Kebijakan terbaru mengenai penugasan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dinilai belum menyentuh akar persoalan. Di lapangan, masih ditemukan ketimpangan distribusi guru yang cukup mencolok.
Salah satu contoh terjadi di SD 40/1 Bajubang Laut. Berdasarkan fakta di lapangan sekolah tersebut mengalami penumpukan guru bidang studi agama dengan jumlah mencapai tiga orang. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait efektivitas kebijakan mutasi yang dilakukan oleh sekdis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari.
Sorotan juga mengarah pada kinerja Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Naswin yang mengeluarkan surat mutasi yang di duga palsu tanpa sepengetahuan kadis serta kabid gtk.Lemahnya pengawasan serta kebijakan yang dinilai tidak tepat sasaran dianggap menjadi faktor utama terjadinya ketidakseimbangan tersebut.
Kabid GTK dinas pendidikan A basit saat di temui di ruangan,terkejut mendengar permasalahan ini, kami tidak tau persoalan itu,karna gtk tidak pernah mengeluarkan rekomendasi mutasi guru atas nama rohilawati ke SD 40/1 bajubang laut yang di tuju,karna kami dari gtk sudah tau ada 2 guru agama yang mengajar di SD tersebut.
Damiri, salah seorang masyarakat Batang Hari, menyampaikan kekecewaannya atas kondisi tersebut. Ia menilai persoalan ini mencerminkan buruknya tata kelola dalam penempatan tenaga pendidik.
“Ini bukan sekadar kesalahan teknis, tapi menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan. Jangan sampai dunia pendidikan dirugikan karena kebijakan yang tidak tepat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Damiri menyatakan telah melaporkan persoalan ini kepada Bupati Batang Hari dan Sekda.bupati M fadhil arief 2 minggu yang lalu telah memerintahkan sekda untuk menyelesaikan persoalan ini,hingga kini permasalahan tersebut tak kunjung usai.Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam apabila tidak ada tindak lanjut dari pihak terkait.
Kami berharap aparat penegak hukum bisa memanggil sekdis terkait,banyak nya kejanggalan yang di lakukan,dari surat mutasi yang di buat tanpa sepengetahuan kadis dan kabid,hingga kejanggalan memaksakan kehendak pribadi memuluskan segala cara,supaya keinginan tercapai,yang merugikan orang lain. (Kemas)








Discussion about this post