“Aku Tembak Kamu”, Dugaan Ancaman Oknum Polisi HM, Berujung Laporan ke Propam Polda Jambi
Batang Hari – Polemik dugaan keterlibatan oknum aparat dalam pengawalan angkutan batu bara kembali memanas. Kali ini, Darwin Irianto alias astok mengaku menerima ancaman melalui sambungan telepon yang diduga dilakukan oleh seorang oknum anggota kepolisian berinisial HM yang bertugas di polsek muara tembesi.
Menurut pengakuan Darwin, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam (17/6/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Dalam percakapan yang berlangsung melalui telepon seluler itu, Darwin mengaku menerima sejumlah ucapan bernada intimidasi yang membuat dirinya merasa terancam.
Darwin menuturkan, penelepon yang diduga berinisial HM melontarkan kalimat yang menurutnya mengandung ancaman serius terhadap keselamatan dirinya.
“Saya dak senang kamu bertiga yang jadi dalang ini, hati-hati kamu ya, aku petik satu-satu, aku tembak kamu,” ujar Darwin menirukan ucapan yang diklaim diterimanya melalui sambungan telepon.
Tak hanya itu, Darwin mengaku juga menerima kata-kata kasar selama percakapan berlangsung. Kondisi tersebut, menurutnya, menimbulkan ketakutan tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga keluarganya.
Yang membuat Darwin semakin terpukul, percakapan tersebut didengar langsung oleh istri dan anaknya. Bahkan, sang anak disebut sempat mempertanyakan sikap oknum yang diduga merupakan anggota kepolisian tersebut.
“Anak saya sampai bertanya, ‘Ngapa ayah, polisi itu begitu?’ Mendengar pertanyaan itu, saya sangat sedih dan merasa khawatir,” ungkap Darwin.
Merasa keselamatan dirinya dan keluarga terancam, Darwin pada Kamis (18/6/2026) mendatangi Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jambi untuk membuat laporan resmi. Dalam laporannya, ia meminta perlindungan hukum sekaligus meminta dugaan ancaman yang dialaminya diusut secara menyeluruh.
Darwin berharap institusi kepolisian dapat menangani persoalan tersebut secara profesional, objektif, dan transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
“Kami hanya berharap ada perlindungan hukum dan masalah ini dapat diselesaikan secara adil. Saya meminta Polda Jambi dan Polres Batang Hari segera mengambil langkah agar persoalan ini tidak semakin berkembang dan menimbulkan keresahan,” katanya.
Selain dugaan ancaman, Darwin juga meminta agar informasi yang sebelumnya berkembang terkait dugaan keterlibatan oknum dalam pengawalan angkutan batu bara turut diperiksa secara menyeluruh oleh pihak berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam pengakuan Darwin belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi terkait tudingan dan dugaan tersebut.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(red)





Discussion about this post