M. Fadhil Arief Tutup JSFL 2026, Talenta Muda Sepak Bola Jambi Bersinar
MUARA BULIAN — Kompetisi sepak bola pelajar terbesar di Provinsi Jambi, Jambi School Football League (JSFL) 2026, resmi ditutup oleh M. Fadhil Arief, Minggu sore sekitar pukul 16.00 WIB di Alun-Alun Kota Muara Bulian.
Suasana penutupan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Ribuan penonton memadati arena pertandingan untuk menyaksikan partai final tingkat Sekolah Dasar (SD) yang mempertemukan SD IT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi menghadapi SDN 144 Muaro Bungo.
Sebelum menutup secara resmi ajang tersebut, M. Fadhil Arief didampingi sejumlah kepala OPD terkait serta Ketua Umum KONI Batanghari menyaksikan langsung laga final yang berlangsung sengit dan penuh sportivitas.
Kedua tim tampil ngotot sejak peluit awal dibunyikan. Jual beli serangan terjadi sepanjang pertandingan hingga waktu normal 2×15 menit berakhir imbang. Pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Dalam momen menegangkan tersebut, SDN 144 Muaro Bungo tampil lebih tenang dan sukses mengunci kemenangan dengan skor akhir 5-4. Kemenangan itu sekaligus memastikan SDN 144 Muaro Bungo keluar sebagai juara JSFL 2026 tingkat SD.
Atas prestasi tersebut, tim juara berhak membawa pulang piala bergilir serta dana pembinaan sebesar Rp2 juta yang diserahkan langsung oleh M. Fadhil Arief di hadapan para pemain, pelatih, dan masyarakat yang memenuhi lokasi pertandingan.
Dalam sambutannya, Fadhil Arief memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat juang, disiplin, dan sportivitas selama kompetisi berlangsung.
“Anak-anak inilah bibit atlet masa depan kita. Potensi yang mereka miliki hari ini adalah modal utama bagi sepak bola Jambi dan Indonesia di masa mendatang. Liga sekolah seperti ini sangat penting untuk pembinaan usia dini agar talenta-talenta daerah bisa berkembang dan siap bersaing di level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa prestasi olahraga harus berjalan beriringan dengan pendidikan dan pembentukan karakter. Menurutnya, atlet muda tidak hanya dituntut berprestasi di lapangan, tetapi juga harus memiliki akhlak, disiplin, dan semangat belajar yang baik.
JSFL 2026 sendiri telah berlangsung selama beberapa waktu terakhir dengan melibatkan ratusan sekolah dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Kompetisi ini menjadi bukti nyata komitmen PSSI Provinsi Jambi dalam membangun pembinaan sepak bola usia dini secara berkelanjutan.
Dengan berakhirnya JSFL 2026, diharapkan kompetisi ini terus menjadi agenda rutin tahunan sekaligus wadah lahirnya pemain-pemain muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Jambi di pentas sepak bola nasional.(kemas)








Discussion about this post