Pemkab Batang Hari Dorong Revitalisasi Benteng Tembesi, Langkah Awal Pembangunan Museum Sejarah
BATANG HARI — Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus mendorong upaya pelestarian sejarah dan budaya daerah melalui revitalisasi kawasan cagar budaya di Kecamatan Tembesi. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses mewujudkan pembangunan museum sejarah di Kabupaten Batang Hari.
Menindaklanjuti hasil pertemuan audiensi Pemerintah Kabupaten Batang Hari dengan Direktorat Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan RI, Wakil Bupati Batang Hari H. Bakhtiar kembali melakukan audiensi bersama Direktur Warisan Sejarah Kementerian Kebudayaan RI, Agus Widiatmoko, pada Rabu (16/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana revitalisasi cagar budaya di kawasan Benteng Tembesi serta tahapan teknis dan administratif yang diperlukan untuk mendukung rencana pembangunan museum sejarah di Kabupaten Batang Hari.
Salah satu poin penting dalam audiensi tersebut yakni percepatan peningkatan status cagar budaya. Pemerintah Kabupaten Batang Hari bersama pemerintah pusat sepakat menindaklanjuti berbagai langkah administratif dan teknis agar kawasan Pasar Kota Lama Tembesi dapat segera diusulkan dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Tingkat Nasional.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam proses penataan dan revitalisasi kawasan bersejarah di Tembesi.
Dalam audiensi itu, Direktur Warisan Sejarah Kementerian Kebudayaan RI menyampaikan pentingnya tindak lanjut secara konkret melalui pendampingan teknis, penyusunan dokumen kajian, serta perencanaan revitalisasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat mempercepat proses tersebut, sehingga kawasan cagar budaya di Tembesi nantinya dapat direvitalisasi dengan tetap mempertahankan nilai sejarah dan karakter kawasan sesuai kondisi pada masanya.
Setelah seluruh tahapan teknis dan administratif dilalui, kawasan cagar budaya tersebut diharapkan menjadi bagian penting dari pengembangan sejarah dan kebudayaan di Kabupaten Batang Hari.
Rencana revitalisasi kawasan ini juga memiliki keterkaitan langsung dengan cita-cita Pemerintah Kabupaten Batang Hari untuk menghadirkan museum sejarah sebagai pusat edukasi, pelestarian, dan pengenalan sejarah daerah kepada masyarakat serta generasi mendatang.
Dengan demikian, pembangunan museum sejarah tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya lebih besar dalam menjaga, menghidupkan kembali, dan memperkenalkan warisan sejarah Kabupaten Batang Hari.(kemas)








Discussion about this post