• Jambi N Voice
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Informasi Terkini Seputar Jambi
Advertisement Banner
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Metropolis
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Metropolis
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
Informasi Terkini Seputar Jambi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Metropolis
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam

Home » Nurjana, Ibu Rumah Tangga di Muara Tembesi Jadi Petani Mandiri Cabai, Manfaatkan Pot dan Karung Bekas

Nurjana, Ibu Rumah Tangga di Muara Tembesi Jadi Petani Mandiri Cabai, Manfaatkan Pot dan Karung Bekas

by KMS M Damiri
23/01/2026
in Daerah
0
PostTweetShareScan

Nurjana, Ibu Rumah Tangga di Muara Tembesi Jadi Petani Mandiri Cabai, Manfaatkan Pot dan Karung Bekas

 

Bacajuga

Dari Fatwa ke Aksi,Pemkab Batang Hari Ajak Warga Sederhanakan Makam Sesuai Sunnah

Wamentan Pimpin Tanam Serentak di Batang Hari, Jambi Pacu Target Swasembada Pangan 

Mangkir dari Sidang Etik! Dugaan Skandal Oknum Anggota DPRD Batang Hari Kian Memanas 

Persebri Ukir Sejarah! Juara Liga 4 Provinsi Jambi, Siap Guncang Nasional 

LPKA Muara Bulian Deklarasikan Zero Halinar, Tegaskan Perang Tanpa Kompromi 

Danrem 042/Gapu perkuat sinergi dengan UIN STS Jambi melalui penandatanganan MoU

BATANG HARI – Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, khususnya cabai, Nurjana (50), warga RT 03 Kelurahan Pasar Muara Tembesi, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, membuktikan bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari rumah sendiri.

Ibu rumah tangga ini telah menanam cabai secara mandiri di teras rumahnya sejak sekitar tiga hingga empat bulan terakhir. Dengan memanfaatkan pot, polybag, hingga karung bekas beras, Nurjana berhasil mengubah lahan sempit menjadi sumber pangan keluarga yang sehat dan berkelanjutan.

Menanam cabai bagi Nurjana bukan sekadar hobi, tetapi juga langkah cerdas untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Dengan menanam sendiri, ia memiliki kendali penuh atas proses budidaya, mulai dari pemilihan benih hingga perawatan tanaman, tanpa ketergantungan pada pestisida kimia.

“Awalnya itu mamak yang nanam cabainya. Kebetulan waktu itu kami libur, bibitnya sudah disemai dan tumbuh, jadi kami lanjutkan tanam. Lama-lama jadi hobi juga karena mamak ibu rumah tangga, jadi ada kesibukan menanam tanaman hortikultura di rumah,” ujar salah satu anaknya.

Beragam jenis cabai ditanamnya, mulai dari cabai rawit seperti cabai geprek, cabai mahkota dompol, hingga cabai rawit dusun. Semua ditanam di pot dan polybag karena keterbatasan lahan, lalu diletakkan di teras rumah yang mendapat cukup sinar matahari.

Dalam perawatannya, Nurjana menerapkan cara sederhana dan ramah lingkungan. Tanaman disiram setiap pagi dan sore hari menggunakan air bekas cucian beras. Selain itu, ia rutin menambahkan tanah agar pertumbuhan cabai tetap optimal.

Untuk pemupukan, Nurjana hanya menggunakan pupuk organik dari kotoran ternak.

“Kami pakai pupuk kandang saja, tidak pakai pupuk kimia. Hasilnya lebih sehat dan aman dikonsumsi keluarga,” katanya.

Menurut Nurjana, menanam cabai sendiri memiliki banyak manfaat. Selain menjamin kesegaran dan cita rasa cabai yang lebih pedas dan aromanya kuat, cara ini juga mampu menghemat pengeluaran dapur. Dengan memiliki tiga hingga lima pohon cabai yang produktif, kebutuhan cabai harian keluarga sudah dapat terpenuhi.

“Tidak perlu lagi ke pasar cuma beli segenggam cabai. Selain hemat uang belanja, juga hemat ongkos dan mengurangi polusi,” tambahnya.

Iklim Indonesia yang kaya sinar matahari menjadi faktor pendukung utama keberhasilan budidaya cabai di pekarangan rumah. Selain produktif, tanaman cabai dengan buah berwarna hijau hingga merah juga mempercantik tampilan rumah.

Tak hanya cabai, Nurjana dan keluarga juga menanam berbagai tanaman lain seperti serai, jahe merah, daun pandan, daun jeruk purut, dan tomat untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, hasil panen kerap dibagikan kepada tetangga yang membutuhkan.

“Kalau ada tetangga mau, ya kita kasih saja,” ucapnya.

Nurjana pun membagikan pesan dan motivasi bagi masyarakat yang ingin mulai menanam sendiri di rumah.

“Jangan menunggu punya lahan luas. Banyak orang menunda menanam karena merasa tidak punya kebun, padahal cabai bisa tumbuh subur di pot atau polybag bekas,” tuturnya.

Ia juga menyarankan agar masyarakat memanfaatkan apa yang tersedia di dapur.

“Tidak harus beli benih mahal. Ambil cabai merah yang tua dan sehat, ambil bijinya, jemur sebentar, lalu semai. Alam sudah menyediakan modalnya secara gratis,” katanya.

Menurutnya, menanam cabai juga bisa menjadi “asuransi” saat harga di pasar melonjak.

“Kita semua tahu harga cabai sering naik tidak terkendali. Dengan menanam sendiri, kita punya ‘toko cabai’ pribadi yang selalu buka di halaman rumah,” ujar Nurjana.

Ia menegaskan bahwa kegagalan dalam menanam bukan alasan untuk menyerah.

“Kalau tanaman pertama layu atau kena hama, jangan putus asa. Menanam itu proses belajar. Setiap daun dan bunga yang jadi buah memberi kepuasan batin yang tidak bisa dibeli di supermarket,” pungkasnya.

Previous Post

Tanpa BKSDA, Warga Batanghari Nekat Evakuasi Buaya 3 Meter Dengan Alat Seadanya

Next Post

Mhd. Fadhil Arief Resmi Lantik Sekda dan Pejabat Pratama, Dorong Sinergi dan Koordinasi 

Next Post

Mhd. Fadhil Arief Resmi Lantik Sekda dan Pejabat Pratama, Dorong Sinergi dan Koordinasi 

Kolaborasi Dunia Jurnalisme Dan Akademis, IWO Buat MoU Dengan Universitas Bung Karno

Bupati Mhd. Fadhil Arief Lantik 190 PPPK Paruh Waktu Lingkup Pemkab Batang Hari Tahun 2026 

Temui Bappenas, Bupati Dillah Pertajam Rencana Hilirisasi Kelapa Dalam

Angka Pernikahan di Batanghari Meningkat, Dispensasi Nikah Anak Ikut Naik pada 2025 

Discussion about this post

Peringkat

  • Gagal Gasak Motor Di Penerokan, Dua Residivis Curanmor Bersenpi Rakitan Ditangkap Polisi 

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Polsek Maro Sebo Ulu Tertibkan Dompeng PETI dan Bongkar Bescam Diduga Tempat Penyalahgunaan Narkoba

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Disdikbud Batang Hari Terbitkan Edaran Kegiatan Pembelajaran Bulan Ramadan 1447 H/2026

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • SMK Negeri 4 Batanghari Rayakan HUT ke-14 dengan Bazar Dan Pentas Seni

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Pemdes Bajubang Laut Laporkan Dugaan Pelanggaran Upah Karyawan PT Superhome Production Indonesia Ke DPRD Batanghari 

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Polisi Bongkar Praktik Pengolahan Emas Ilegal di Batanghari, 12 Orang Diamankan

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Kades Bajubang Laut Naik Pitam,Tuntutan Karyawan PT Superhome Belum Temui Kesepakatan

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Viral ! Oknum Kades Di Batang Hari Di Gerebek Dalam Mobil Berduan istri Warga,Tokoh Masyarakat Desak Pencopotan

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Razia PETI di Desa Padang Kelapo, Polisi Tertibkan Alat Dompeng

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Penyakit Mematikan Serang Kerbau di Desa Sekati Gedang 

    332 shares
    Share 133 Tweet 83

Jambi N Voice

  • Jambi N Voice
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan

Alamat kantor di Jalan HM Yusuf Singedekane Lorong Purnawira No 07 RT 21 Kelurahan Sungaiputri Kecamatan Danausipin

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Metropolis
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam

Alamat kantor di Jalan HM Yusuf Singedekane Lorong Purnawira No 07 RT 21 Kelurahan Sungaiputri Kecamatan Danausipin