Perangi Narkoba dari Desa, Polres Batang Hari Launching Kampung Bebas Narkoba Di Desa Sungai Pulai

Batang Hari – Dalam upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di tengah masyarakat, Satresnarkoba Polres Batang Hari melaksanakan kegiatan Launching Kampung Bebas dari Narkoba dan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Aula Kantor Desa Sungai Pulai, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Senin (15/06/2026).
Kegiatan yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasatresnarkoba Polres Batang Hari, AKP Saprizal, S.H., M.H., dan dihadiri oleh Kepala Desa Sungai Pulai Yanuar Efendi, S.IP., perwakilan Kecamatan Muara Tembesi, unsur TNI-Polri, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Sungai Pulai.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sungai Pulai menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program Kampung Bebas dari Narkoba yang digagas oleh Polres Batang Hari. Menurutnya, penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman nyata yang dapat merusak masa depan generasi muda serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Pemerintah Desa Sungai Pulai berkomitmen mendukung penuh program ini dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar terbebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kecamatan Muara Tembesi menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan keluarga dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.
Pada kesempatan tersebut, Kasatresnarkoba Polres Batang Hari AKP Saprizal, S.H., M.H. menegaskan bahwa pembentukan Kampung Bebas dari Narkoba merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika yang semakin kompleks.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi saat ini telah dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkotika untuk memperluas jangkauan operasinya hingga ke berbagai wilayah, termasuk pedesaan. Oleh karena itu, masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, memperkuat pengawasan keluarga, serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
“Kampung Bebas dari Narkoba bukan sekadar simbol atau kegiatan seremonial, melainkan sebuah gerakan bersama untuk membangun sistem pencegahan yang kuat di tingkat masyarakat. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh warga dalam menjaga lingkungannya dari ancaman narkotika,” tegas AKP Saprizal.
Selain launching Kampung Bebas dari Narkoba, kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi sosialisasi oleh personel Satresnarkoba Polres Batang Hari mengenai dampak penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan, kehidupan sosial, dan aspek hukum, serta pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam melakukan pencegahan sejak dini.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara masyarakat dan narasumber. Berbagai masukan serta informasi terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Desa Sungai Pulai turut disampaikan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Satresnarkoba Polres Batang Hari berharap terbangun kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkotika serta memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Desa Sungai Pulai sebagai Kampung Bebas dari Narkoba.
Kegiatan berakhir sekira pukul 11.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif serta mendapat respons positif dari seluruh peserta yang hadir.(kemas)







Discussion about this post