Wabup Sambut Investor Eropa , Pemkab Tanjabtimur Siapkan Langkah Hilirisasi Kelapa Dalam
TANJABTIMUR – Potensi sabut kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai menarik perhatian investor luar negeri. Seorang pengusaha asal Belgia, Marc Van Dael, datang langsung ke Tanjabtim untuk menjajaki peluang pengembangan industri berbahan baku limbah kelapa tersebut.
Kunjungan Marc Van Dael disambut Wakil Bupati Tanjabtim, Muslimin Tanja, di rumah dinas bupati, Senin (13/4) malam. Hadir dalam pertemuan itu CEO Roemah Kelapa Indonesia Galih Batara, Asisten II Setda Tanjabtim Nusirwan, para kepala OPD, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam pertemuan tersebut, Marc Van Dael memaparkan peluang pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi di pasar internasional. Selama ini, sabut kelapa di Tanjabtim dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal dan sebagian besar hanya menjadi limbah.
Wabup Muslimin Tanja menyebut, informasi yang disampaikan investor asal Belgia itu membuka wawasan baru bagi pemerintah daerah terkait potensi ekonomi dari limbah kelapa.
Menurutnya, jika pengolahan sabut kelapa dapat dikembangkan, maka akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani kelapa di Tanjabtim.
“Selama ini masyarakat menganggap sabut kelapa tidak memiliki nilai. Ternyata setelah diolah, hasilnya cukup menjanjikan,” katanya.
Pemkab Tanjabtim, lanjut Muslimin, sebelumnya juga telah menjalin kerja sama melalui MoU dan MoA bersama Roemah Kelapa Indonesia sebagai langkah awal mendukung masuknya investasi di sektor perkebunan kelapa.
Ia mengungkapkan, sejauh ini sudah ada dua investor asing yang datang untuk melihat potensi daerah, masing-masing berasal dari Jerman dan Belgia.
Sementara itu, Marc Van Dael melalui penerjemah mengatakan, ketersediaan bahan baku kelapa di Tanjabtim menjadi salah satu alasan pihaknya tertarik melakukan penjajakan kerja sama.
Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah daerah, realisasi pengembangan industri berbasis sabut kelapa dapat mulai terlihat dalam waktu enam hingga sembilan bulan mendatang.
Di sisi lain, CEO Roemah Kelapa Indonesia, Galih Batara mengatakan, hasil pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk segera memulai langkah konkret pengembangan pengolahan sabut kelapa di Tanjabtim.
Menurutnya, investor nantinya akan menentukan jenis produk hingga teknologi yang akan digunakan sebelum diterapkan di daerah tersebut.
“Harapannya, potensi sabut kelapa di Tanjabtim tidak lagi terbuang percuma dan bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya.(wahyu)








Discussion about this post