32 Tahun Bertahan dengan Bangunan Semi Permanen, Pos TNI AL Simpang Tua Berbak Butuh Sentuhan Pemda
TANJABTIMUR – Setelah 32 tahun berdiri, kondisi Pos TNI AL Simpang Tua yang berada di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), hingga kini masih memprihatinkan. Bangunan semi permanen yang difungsikan sebagai kantor sekaligus pos pemantauan dan pengamanan jalur perairan itu dinilai sudah tidak lagi representatif untuk menunjang tugas prajurit di lapangan.

Pos TNI AL Simpang Tua memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan wilayah perairan, khususnya di jalur sungai yang menjadi akses utama transportasi masyarakat dan aktivitas perekonomian. Namun ironisnya, selama lebih dari tiga dekade, belum ada pembangunan signifikan terhadap fasilitas tersebut.
Komandan Pos TNI AL Simpang Tua, Peltu Laut Muhammad Ansori, melalui Serda Husaini menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya mengajukan proposal pembangunan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

“Kami sudah mengajukan proposal pembangunan ke pemerintah daerah. Bahkan kami juga hadir dan ikut serta dalam Musrenbang yang digelar beberapa waktu lalu. Harapan kami, ke depan ada perhatian serius agar Pos TNI AL Simpang Tua bisa memiliki bangunan yang layak,” ujar Serda Husaini.
Menurutnya, kondisi bangunan saat ini sudah jauh dari kata ideal. Selain faktor usia bangunan yang telah mencapai 32 tahun, keterbatasan sarana dan prasarana juga menjadi tantangan dalam menunjang tugas pengamanan wilayah perairan.
Padahal, keberadaan TNI AL di Simpang Berbak bukan hanya menjalankan fungsi pengamanan jalur air. Personel TNI AL juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kami tidak hanya melakukan patroli dan pengamanan perairan. Kami juga selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam kegiatan sosial, gotong royong, membantu saat terjadi musibah, maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya. TNI AL adalah bagian dari masyarakat,” tegasnya.
Keberadaan Pos TNI AL Simpang Tua dinilai sangat penting, mengingat wilayah Berbak memiliki akses perairan yang cukup luas dan rawan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, seperti penyelundupan, illegal fishing, maupun aktivitas lainnya yang melanggar hukum.
Dengan kondisi bangunan yang masih semi permanen, diharapkan pemerintah daerah dapat memberikan perhatian nyata melalui alokasi anggaran pembangunan, sehingga prajurit yang bertugas dapat bekerja secara optimal dan nyaman.
“Harapan kami sederhana, adanya pembangunan kantor yang lebih representatif agar pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat bisa semakin maksimal,” tutup Serda Husaini.
Masyarakat setempat pun berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti usulan tersebut, mengingat peran strategis TNI AL dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah perairan Kecamatan Berbak.
Reporter ( Wahyu )








Discussion about this post