Keseruan Belajar Shibori di LPKA Muara Bulian: Dari Lipatan Kain Menuju Modal Masa Depan
MUARA BULIAN — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian terus berkomitmen memberikan bekal keterampilan bagi para penghuninya. Bekerja sama dengan peserta program magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), LPKA Muara Bulian menggelar pelatihan pembuatan batik teknik celup shibori di Aula Siginjai, LPKA Muara Bulian.(7/10)

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 10 orang anak binaan yang merupakan siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sungai Buluh Mandiri, serta sejumlah pegawai LPKA Muara Bulian. Sepanjang pelatihan, para peserta tidak hanya dibekali pemahaman teori mengenai teknik batik celup atau jumputan, tetapi juga langsung melakukan praktik pembuatan motif kain menggunakan teknik shibori khas Jepang.
Tutor kegiatan dari peserta magang Kemnaker, Intan, menyampaikan bahwa metode shibori dipilih karena prosesnya yang dinamis dan melatih ketelitian peserta dalam menciptakan motif.
“Pelatihan ini kami rancang agar mudah dipahami namun tetap menghasilkan karya yang bernilai seni tinggi. Kami mengajarkan teknik lipat, ikat, dan celup shibori. Antusiasme para peserta, terutama anak-anak binaan, sangat luar biasa dalam mengeksplorasi warna dan pola,” ujar Intan.
Keseruan proses pembuatan kain bermotif ini dirasakan langsung oleh Refi, salah satu anak binaan yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku mendapat banyak pengalaman anyar yang berguna untuk masa depannya.
“Jujur ini seru banget dan jadi pengalaman baru buat saya. Dari awal melipat kain sampai mencelupkan ke pewarna, hasilnya selalu bikin penasaran. Keterampilan ini pastinya jadi bekal yang berharga buat saya nanti setelah keluar dari sini,” ungkap Refi dengan penuh semangat.
Sementara itu, Kepala LPKA Muara Bulian menegaskan bahwa program kemitraan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pembinaan kemandirian serta penyiapan mental para anak binaan agar siap kembali ke masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi bersama peserta magang Kemnaker ini. Keterampilan praktis seperti batik shibori tidak hanya mengasah kreativitas dan melatih kesabaran anak binaan, tetapi juga menjadi modal kemandirian ekonomi mereka kelak. Kami ingin memastikan waktu mereka di sini diisi dengan hal-hal yang produktif dan bermanfaat,” terangnya.(kemas)



Discussion about this post