Trauma dan Tolak Damai! Ibu Korban Bullying SMAN 5 Batanghari Tuntut Pelaku Dipenjara Beberapa Pelaku Telah Di Periksa
BATANGHARI — Kasus perundungan brutal yang menimpa seorang siswa yang di lakukan kakak kelas SMAN 5 Batanghari, Kecamatan Bajubang,batang hari kini resmi menggelinding panas ke jalur hukum. Elma Yunita, ibu korban, secara tegas menutup rapat pintu damai dan menolak mediasi kekeluargaan. Ia mendesak kepolisian menyeret seluruh pelaku ke meja hijau demi keadilan sang anak.
Langkah tanpa kompromi ini dipicu oleh kekecewaan mendalam serta kondisi psikologis korban yang mengalami trauma berat dan guncangan jiwa pascakejadian. Elma menegaskan tak sudi mengulurkan tangan atau menemui pihak orang tua pelaku dalam bentuk negosiasi apa pun.
”Saya ingin kasus ini tetap diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Saya tidak mau menemui pihak orang tua pelaku,” tegas Elma Yunita saat menguraikan kondisi anaknya yang masih trauma atas kejadian yang menimpa nya.
Kanit Reskrim Polsek Bajubang Ipda M Manggala Margi S.trk MH saat di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut,orang tua korban telah membuat laporan ke polsek bajubang,korban sudah di mintai keterangan,Untuk saat ini beberapa pelaku telah di periksa serta di mintai keterangan pungkasnya.(kemas)








Discussion about this post