Dari Fatwa ke Aksi,Pemkab Batang Hari Ajak Warga Sederhanakan Makam Sesuai Sunnah
Batang Hari – Pemerintah Kabupaten Batang Hari resmi memulai langkah besar dalam menata kawasan pemakaman di seluruh wilayahnya melalui gerakan bertajuk “Gerakan Bersama Memuliakan Ahli Kubur”. Program ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam mengembalikan tata kelola pemakaman agar selaras dengan nilai-nilai syariat Islam.
Sosialisasi rencana aksi tersebut digelar di Ruang Pola Besar Kantor Bupati Batang Hari, Rabu (22/4/2026), dan dibuka oleh Bupati Batang Hari, M. Fadhil Arief, yang diwakili Asisten I Setda Batang Hari, M. Rifai. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pejabat daerah, tokoh agama, serta unsur masyarakat dari berbagai kecamatan.
Gerakan ini berlandaskan pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang Hari Nomor B.064/DP.MUI/BH/01/IX/2014 tentang Penataan Kuburan Islam. Fatwa tersebut menjadi rujukan utama dalam mengatur praktik pemakaman yang sesuai dengan tuntunan agama.
Ketua MUI Batang Hari dalam pemaparannya menegaskan pentingnya menjaga kemurnian syariat dalam tata cara pemakaman. Ia menyampaikan sejumlah poin krusial, di antaranya larangan mendirikan bangunan permanen yang berlebihan di atas makam, pentingnya menjaga adab saat berziarah seperti tidak duduk di atas kuburan, serta anjuran untuk menjaga kesederhanaan bentuk nisan dan gundukan tanah sesuai sunnah.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh M. Rifai, Bupati M. Fadhil Arief menegaskan bahwa kematian merupakan kepastian yang harus disikapi dengan adab dan pemahaman yang benar.
“Gerakan ini adalah langkah nyata kita untuk mengembalikan tata kelola pemakaman sesuai tuntunan syariah. Makam yang sederhana dan rapi bukan hanya bentuk kepatuhan agama, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan serta menghindarkan kita dari sikap mubazir,” ujarnya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah berharap program ini tidak hanya berdampak pada aspek religius, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kebersihan dan kerapian lingkungan pemakaman. Dengan penataan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat berziarah dengan lebih nyaman dan khusyuk.
Antusiasme dukungan terhadap gerakan ini terlihat dari kehadiran berbagai unsur penting daerah, mulai dari Sekretaris Daerah, Sekretaris DPRD, para camat, pimpinan OPD, hingga tokoh agama, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua Lembaga Adat, serta para kepala desa dan lurah se-Kabupaten Batang Hari.
Menutup sambutan tersebut, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif menyukseskan program ini.
“Saya mengajak seluruh elemen, dari pengurus masjid hingga tokoh masyarakat, untuk menjadikan gerakan ini sebagai implementasi nyata di tengah kehidupan, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tutupnya.
Dengan dimulainya gerakan ini, Batang Hari menapaki babak baru dalam penataan pemakaman—menggabungkan nilai spiritual, sosial, dan lingkungan dalam satu langkah bersama.(kemas)



Discussion about this post