Wamentan Pimpin Tanam Serentak di Batang Hari, Jambi Pacu Target Swasembada Pangan
BATANG HARI – Hamparan sawah di Rengas Condong, Kecamatan Muara Bulian, Selasa (21/4/2026), menjadi saksi langkah percepatan swasembada pangan nasional. Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, turun yang ke 2 kali nya di kabupaten batang hari langsung memimpin Gerakan Tanam Padi bersama petani dan pemerintah daerah di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.
Kegiatan ini semula direncanakan di Kelurahan Pasar Baru. Namun, genangan air akibat meluapnya Sungai Batang Hari memaksa lokasi dipindahkan. Rengas Condong dipilih karena kondisi lahannya lebih siap untuk pelaksanaan tanam serentak—sebuah keputusan cepat yang mencerminkan keseriusan menjaga momentum musim tanam.
Di tengah lumpur sawah, Sudaryono tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga berdialog langsung dengan petani, meninjau kondisi irigasi, hingga memastikan kesiapan sarana produksi. Ia menegaskan, gerakan ini bukan sekadar seremoni.
“Ini kerja nyata. Lahan yang ada harus dioptimalkan, produktivitas ditingkatkan. Kita tidak boleh bergantung pada pasokan dari luar daerah,” tegasnya.
Turut hadir Gubernur Jambi, Al Haris, dan Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, bersama jajaran pemerintah daerah. Dukungan lintas sektor juga terlihat kuat, dengan keterlibatan TNI, kepolisian, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.
Gubernur Al Haris memaparkan, saat ini luas lahan baku sawah di Jambi mencapai sekitar 69.000 hektare, dengan lahan eksisting 54.000 hektare. Melalui program cetak sawah rakyat, pemerintah daerah terus menambah luas tanam—dari 1.200 hektare pada 2025 menjadi target 4.100 hektare pada 2026.
Namun, tantangan masih besar. Produksi padi Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan konsumsi daerah. Artinya, masih ada kekurangan 29 persen yang harus dikejar untuk mewujudkan swasembada.
“Kami butuh dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, terutama untuk infrastruktur irigasi dan pengendalian banjir,” ujar Al Haris.
Gerakan tanam ini menjadi simbol kuat sinergi pusat dan daerah. Di balik seremoni, tersimpan pekerjaan besar: memastikan setiap hektare sawah produktif, setiap musim tanam berjalan optimal, dan setiap petani mendapatkan dukungan nyata.
Dari Rengas Condong, harapan itu ditanam—bukan hanya padi, tetapi juga optimisme menuju kemandirian pangan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.(kemas)




Discussion about this post